var _____WB$wombat$assign$function_____=function(name){return (globalThis._wb_wombat && globalThis._wb_wombat.local_init && globalThis._wb_wombat.local_init(name))||globalThis[name];};if(!globalThis.__WB_pmw){globalThis.__WB_pmw=function(obj){this.__WB_source=obj;return this;}}{ let window = _____WB$wombat$assign$function_____("window"); let self = _____WB$wombat$assign$function_____("self"); let document = _____WB$wombat$assign$function_____("document"); let location = _____WB$wombat$assign$function_____("location"); let top = _____WB$wombat$assign$function_____("top"); let parent = _____WB$wombat$assign$function_____("parent"); let frames = _____WB$wombat$assign$function_____("frames"); let opener = _____WB$wombat$assign$function_____("opener"); // API callback related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653"},"updated":{"$t":"2019-05-17T00:23:58.973-07:00"},"category":[{"term":"News"},{"term":"Peristiwa"},{"term":"Hukum"},{"term":"Informasi"},{"term":"Tokoh"},{"term":"Pendidikan"},{"term":"Politik"},{"term":"Seni dan Budaya"},{"term":"Pembangunan"},{"term":"Organisasi"},{"term":"Daerah"},{"term":"Sosial"},{"term":"Hot News"},{"term":"kabar polri"},{"term":"Kreatif"},{"term":"Agama"},{"term":"Tentang"},{"term":"kriminal"},{"term":"gresik"},{"term":"nasional"},{"term":"Bisnis"},{"term":"Grobogan"},{"term":"Kesehatan"},{"term":"Olahraga"},{"term":"jombang"},{"term":"surabaya"},{"term":"Budaya"},{"term":"Info Layanan Public"},{"term":"Badan Hukum"},{"term":"Kabupaten"},{"term":"RADAR MINGGU TV"},{"term":"Susunan Redaksi"}],"title":{"type":"text","$t":"Radar Minggu"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Media Nasional Cerdas Tajam Aktual"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/-\/Seni+dan+Budaya?alt=json-in-script\u0026max-results=8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/search\/label\/Seni%20dan%20Budaya"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/-\/Seni+dan+Budaya\/-\/Seni+dan+Budaya?alt=json-in-script\u0026start-index=9\u0026max-results=8"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"28"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-1313067371565380319"},"published":{"$t":"2019-04-01T22:01:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2019-04-01T22:02:42.090-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peristiwa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"NJAJAH DESO MELANG KORI (1) . Mengintip sejarah Desa Cawet"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qJLPXXPgh9Y\/XKLsd-_mohI\/AAAAAAAArjI\/HWaCe9HZbh8eRii3iQFAHLN7oMWpU0nbgCLcBGAs\/s1600\/PicsArt_04-02-11.57.58.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"721\" data-original-width=\"740\" height=\"622\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qJLPXXPgh9Y\/XKLsd-_mohI\/AAAAAAAArjI\/HWaCe9HZbh8eRii3iQFAHLN7oMWpU0nbgCLcBGAs\/s640\/PicsArt_04-02-11.57.58.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EPemalang, RM. _\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; T\u003C\/b\u003Eergolong unik dan tidak setenar dari Desa lain yang\u0026nbsp; banyak memiliki potensi tinggi . Baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA). Mungkin hal ini karena wilayahnya yang terpencil dan berada ditengah Hutan. Namun apapun kindisinya, sebuah desa tetap mempunyai sejarah termasuk dari asal usul diberikan nama desa tersebut. Desa Cawet Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang Jawa Tengah ini masih jarang dikenal oleh publik. Berikut penelusuran radarminggu dari berbagai sumber.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Desa Cawet termasuk salah satu Desa yang tertinggal segala saesuatunya. Termasuk segi pendidikan, mayoritas anak anak hanya mencapai Sekolah Dasar (SD) . Kalaupun ada yang sampai melanjutkan ke SLTP itupun bisa dihitung dengan jari dalam ae desa. Sehingga pernikahan dini juga tidak asing lagi dalam kehidupuan di desa tersebut. Meski demikian , penduduk setempat dan sejumlah Tokoh Masyarakan terap menjunjung tinggi nilai sejarah di desa tersebut.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Dalam penelusuran radarminggu dari berbagai sumber mengenai asal usul nama desa Cawet menyebutkan bahwa, Nama Cawet diambil dari kata \"Cawing Tali\" yang artinya Cawing adalah kain penutup\/celana sedangkan Tali adalah pengikat\/tali. Konon,\u0026nbsp; Tali juga merupakan sebutan bagi penguasa \/ tokoh panutan yang ada di desa tersebut.\"Cawing Tali\" adalah nama penguasa\/lurah pertama kali di Desa Cawet.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Dalam kisahnya, sekitar tahun 1825, Adipati Pemalang yang memiliki gelar\u0026nbsp; Adipati Reksodiningrat (Kanjeng Pontang) saat itu sedang\u0026nbsp; Tura (keliling) wilayah dan tiba disuatu tempat bertemu dengan sekelompok orang yang sedang bekerja disawah, atas kepedulianya,\u0026nbsp; sang adipati bertanya kepada mereka “siapa diantara mereka yang menjadi pemimpin dalam kelompok itu. Dari Salah satu dari mereka ada yang sepontan menjawab sambil menunjuk kepada seseorang yang kebetulan orang yang ditunjuk tersebut hanya memakai kain untuk lancingan\/cawing sebagai penutup bagian tubuh dengan ikat pinggang menggunakan seutas tali. Dari\u0026nbsp; kejadian tersebut Sang Adipati langsung menunjuk orang tersebut untuk menjadi pemimpin\/lurah dengan diberi nama “ CAWING TALI “ dan desanya diberi nama “ Desa Cawet “ yang hingga kini Desa tersebut masuk di wilayah Kecamatan Watukumpul Kab Pemalang Jawa Tengah. (21 Km dari Kota Pemalang)\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Hingga kini, Desa Cawet sudah dipimpin oleh 17 Lurah, mulai dari lurah pertama yang bernama \"Cawing Tali\" yaitu Tahun 1825—1847 Dan yang sekarang dipimpin oleh Kepala Desa Hartanto masa bakti 2012 — Sekarang. tim rm\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/1313067371565380319"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/1313067371565380319"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2019\/04\/njajah-deso-melang-kori-1-mengintip.html","title":"NJAJAH DESO MELANG KORI (1) . Mengintip sejarah Desa Cawet"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-qJLPXXPgh9Y\/XKLsd-_mohI\/AAAAAAAArjI\/HWaCe9HZbh8eRii3iQFAHLN7oMWpU0nbgCLcBGAs\/s72-c\/PicsArt_04-02-11.57.58.png","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-315866260552750515"},"published":{"$t":"2019-04-01T06:46:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2019-04-01T06:47:53.535-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peristiwa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Di belakang Masjid Agung Purwodadi, puluhan makam kuno ditemukan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-avdG-JZNndc\/XKIVoM9xzTI\/AAAAAAAArgg\/BMnZDyVdUrIBpNhqtb8nugYoEQvaVMH-ACLcBGAs\/s1600\/PicsArt_04-01-07.57.01.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"960\" data-original-width=\"1280\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-avdG-JZNndc\/XKIVoM9xzTI\/AAAAAAAArgg\/BMnZDyVdUrIBpNhqtb8nugYoEQvaVMH-ACLcBGAs\/s640\/PicsArt_04-01-07.57.01.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EGrobogan, RM. _\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; S\u003C\/b\u003Eenin (1\/4\/2019), Puluhan makam kuno di temukan oleh pengurus masjid saat melakukan kegiatan\u0026nbsp; bersih babad rumput alang alang. Penemuan makam kuno tersebut berada di belakang Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi Grobogan Jawa Tengah , tepatnya (dekat alun alun).\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Menurut Zainal Arifin salah satu pengurus masjid bahwa, jika memang dulunya di belakang masjid ini adalah\u0026nbsp; komplek makam tua, namun sudah puluhan tahun tidak lagi digunakan pemakaman oleh warga sekitar.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; \u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Nl2EgKa1Gs0\/XKIV1jEzjxI\/AAAAAAAArgk\/H7g8Tvc8jpktJk_WBJv-stli78m16r2XwCLcBGAs\/s1600\/LogoLicious_20190401_204003.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1260\" data-original-width=\"960\" height=\"640\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Nl2EgKa1Gs0\/XKIV1jEzjxI\/AAAAAAAArgk\/H7g8Tvc8jpktJk_WBJv-stli78m16r2XwCLcBGAs\/s640\/LogoLicious_20190401_204003.jpg\" width=\"486\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EMasih menurut Zaenal bahwa Seperti biasanya saat jelang Ramadhan pihaknya selalu membersikan seluruh area Masjid. Dan saat membersihkan area belakabg Masjid ternyata ditemukan\u0026nbsp; beberapa makam tua, salah satunya adalah makam dari seorang Raden yang di hubungkan dengan sejarah Grobogan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Zaenal juga menyampaikan bahwa sebelum ditemukan makam kuno tersebut pihaknya telah mendapatkan cerita dari Mbah Roni seorang tokoh agama dari Plosorejo . Dalam ceritanya mengatakan jika di belakang Masjid terdapat sejumlah makam kuno yang diperkirakan sudah ratusan tahun. Dan ternyata benar adanya makam kuno tersebut baru ditemukan saat ini.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Dari hasil penemuan makam kuno tersebut , rencana akan dikoordinasikan dengan pihak yang terkait di Pemkab Grobogan dan dilanjut kemungkinan adanya penggalian atau penelitian yang terkait adanya sejarah di Kabupaten Grobogan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Masih menurut Zaenal bahwa atas ditemukanya makam kuno tersebut, sambil menunggu keputusan hasil koordinasi, pihaknya tetap akan merawatnya dengan baik.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Untuk sementara sejumlah makam yang ditemukan beraneka ragam bentuk batu nisanya. Diantaranya terbuat dari batu Arca, terbuat batu utuh warna kuning yang\u0026nbsp; bentuknya menyerupai peti mati dan lain lain. awp\/gik.rm\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/315866260552750515"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/315866260552750515"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2019\/04\/di-belakang-masjid-agung-purwodadi.html","title":"Di belakang Masjid Agung Purwodadi, puluhan makam kuno ditemukan"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-avdG-JZNndc\/XKIVoM9xzTI\/AAAAAAAArgg\/BMnZDyVdUrIBpNhqtb8nugYoEQvaVMH-ACLcBGAs\/s72-c\/PicsArt_04-01-07.57.01.jpg","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-8615680901506002204"},"published":{"$t":"2019-03-08T23:09:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2019-03-08T23:09:48.564-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peristiwa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Bupati Grobogan Ambruk di Alun alun"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3F4LpzDr76c\/XINk_GCCWbI\/AAAAAAAApzs\/FqbvjIYD6AQVjpewO2Ev-Y7_sE3x2W-fQCLcBGAs\/s1600\/LogoLicious_20190309_135437.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"951\" data-original-width=\"720\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3F4LpzDr76c\/XINk_GCCWbI\/AAAAAAAApzs\/FqbvjIYD6AQVjpewO2Ev-Y7_sE3x2W-fQCLcBGAs\/s1600\/LogoLicious_20190309_135437.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EGrobogan, RM._\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; S\u003C\/b\u003Eabtu siang, 9\/03\/19 acara panggung gembira dan pameran\u003Cb\u003E\u0026nbsp;d\u003C\/b\u003Ealam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan Ke-293 diwarnai insiden ambruk\/pingsannya Bupati Grobogan\u0026nbsp; Sri Sumarni SH.MM. Tentu saja hal ini sontak membuat kaget para tamu undangan pengunjung yang berada di Alun alun Purwodadi Grobogan Jawa Tengah.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Informasi yang dihimpun radarminggu bahwa, sesuai dengan agenda Bupati Sri Sumarni akan membuka acara Panggung Hiburan dan Pasar Rakyat. Namun ketika baru naik Panggung kondisi kesehatan menurun.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\" Baru bicara sebentar pas di atas panggung langsung kerasa pusing\"\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Sehingga petugas dan panitia segera berusaha membawa Bupati untuk ke Pendopo Kabupaten. Namun mengingat kondisi fisik yang sudah lemas, sebelum masuk mobil pengantar Bupati Sri Sumarni jatuh Pingsan.Guna segera mendapat penanganan Medis,\u0026nbsp; petugas langsung membawanya ke Rumah Sakit (RS) Yakkum Purwodadi.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Sementara itu, menurut salah seorang sumber dari Pendopo Kabupaten Grobogan bahwa , setelah mendapat perawatan pertama dari RS Yakkum, Bupati Sri Sumarni telah dirujuk ke RS Tlogorejo Semarang. gik rm\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/8615680901506002204"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/8615680901506002204"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2019\/03\/bupati-grobogan-ambruk-di-alun-alun.html","title":"Bupati Grobogan Ambruk di Alun alun"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-3F4LpzDr76c\/XINk_GCCWbI\/AAAAAAAApzs\/FqbvjIYD6AQVjpewO2Ev-Y7_sE3x2W-fQCLcBGAs\/s72-c\/LogoLicious_20190309_135437.jpg","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-2686983155869578049"},"published":{"$t":"2019-01-16T19:00:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2019-01-16T19:00:05.005-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Di Blora, Warga Samin tetap pertahankan kebudayaan leluhur"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ctable cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YD2-uWwGPGw\/XD_u3TRtMLI\/AAAAAAAAlDk\/rh_c6vsciNc_2ovYUqvzs7wgp5TxSUtbQCLcBGAs\/s1600\/Screenshot_2019-01-17-09-52-54-46.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"730\" data-original-width=\"720\" height=\"640\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YD2-uWwGPGw\/XD_u3TRtMLI\/AAAAAAAAlDk\/rh_c6vsciNc_2ovYUqvzs7wgp5TxSUtbQCLcBGAs\/s640\/Screenshot_2019-01-17-09-52-54-46.png\" width=\"630\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EWarga samin\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EBlora, RM. _\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; M\u003C\/b\u003Easyarakat Samin merupakan\u0026nbsp; keturunan para pengikut Samin Soerontiko yang mengajarkan sedulur sikep, dimana pada saat penjajahan konon dia mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan. Diantaranya Sedulur Sikep hidup secara tersebar di pantai utara Jawa Tengah, seperti Kudus, Pati, Blora, Rembang, Bojonegoro bahkan sampai ke Ngawi. Hingga sekarang, di Blora Jawa Tengah Keberadaan Warga Samin masih tetap utuh dan tetap bersabat dengan alam semesta.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EDesa Klopoduwur, Banjarejo, Blora, Jawa Tengah merupakan\u0026nbsp; kampung adat masyarakat Samin dan hingga sekarang masih utuh dan masih sangat alami. Desa terpencil tersebut hanya terdiri dari 35 rumah yang masyarakatnya adalah penganut ajaran Saminisme.\u0026nbsp; Keneradaan masyarakat Samin atau juga dikenal sebagai Sedulur Sikep sangat menjunjung tinggi kejujuran, welas asih, persaudaraan, dan mencintai lingkungan hidup serta pantang merusak alam semesta. Dan mereka tetap mempertahankan kebudayaan luhur milik nenek moyang mereka.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Kehidupan mereka dalam perekonomian tidak lepas dari alam lingkungan disekitarnya misalkan dengan cara bercocok tanam, beternak dan lain sejenisnya.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Guna mengangkat kesejahteraan, masyarakat Kampung Samin juga membuat kerajinan seperti batik khas Kampung Samin, udeng\/ikat kepala atau penutup kepala, dan suvenir lainnya.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Meski cara kehidupanya serba alam , namun untuk sekarang mereka juga tetap mengenyam pendidikan non-formal seperti belajar membaca dan menulis agar tak ketinggalan adanya perkembangan jaman. tim rm\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/2686983155869578049"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/2686983155869578049"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2019\/01\/di-blora-warga-samin-tetap-pertahankan.html","title":"Di Blora, Warga Samin tetap pertahankan kebudayaan leluhur"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-YD2-uWwGPGw\/XD_u3TRtMLI\/AAAAAAAAlDk\/rh_c6vsciNc_2ovYUqvzs7wgp5TxSUtbQCLcBGAs\/s72-c\/Screenshot_2019-01-17-09-52-54-46.png","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-1615748367698717813"},"published":{"$t":"2018-12-18T19:04:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2018-12-18T19:04:09.287-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peristiwa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tokoh"}],"title":{"type":"text","$t":"Sisi lain kunjungan Jokowi ke Jombang, Pelukis Cantik asal Jombang ini persembahkan lukisanya"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-wPb8oCsgjVo\/XBm0-EfwKiI\/AAAAAAAAiIA\/BCIN65F9S_M4AxXlcoTSnZXn7DiOt2qnwCLcBGAs\/s1600\/LogoLicious_20181219_100010.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"376\" data-original-width=\"446\" height=\"538\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-wPb8oCsgjVo\/XBm0-EfwKiI\/AAAAAAAAiIA\/BCIN65F9S_M4AxXlcoTSnZXn7DiOt2qnwCLcBGAs\/s640\/LogoLicious_20181219_100010.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EJombang,\u0026nbsp; RM.\u0026nbsp; _\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; D\u003C\/b\u003Ealam kunjungan Presiden Joko Widodo dengan meresmikan Museum Islam Nusantara Hasyim Ashari di Ponpes Tebuireng\u0026nbsp; Jombang Jawa Timur terdapat sisi unik tersendiri dari warga Jombang khususnya dari Simpatisan Presiden Joko Widodo.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Shierly Lin. Wanita berumur 33 tahun warga Jln Wachid Hasyim nomor 120, Jombang ini mengaku mengagumi sosok\u0026nbsp; Presiden Joko Widodo. Ia memiliki harapan tersendiri atas kunjungan Presiden ke Kotanya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Pelukis cantik ini menilai bahwa, Jokowi merupakan sosok yang ramah. Selain itu, Jokowi diakuinya merupakan sosok yang dekat dengan rakyat.Karena kekagumannya , pelukis yang masih membujang tersebut, memiliki keinginan untuk menyerahkan lukisan sketsa Presiden Jokowi secara langsung. Lukisan ini dibuat secara khusus untuk Jokowi dan secara khusus digores dari tangannya sendiri.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Menurut Shierly Lin bahwa,\u0026nbsp; ia melukisnya selama 70 jam. Lukisan sketsa tersebut\u0026nbsp; digores dengan pensil di atas kertas coating.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ELukisan wajah Presiden Jokowi ini, diakuinya diambil dari gambar yang ada di salah satu majalah.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Shierly lin juga menyampaikan bahwa, dirinya sejak kecil senang melukis. Dan lukisan yang dibuatnya untuk Presiden Jokowi ini merupakan lukisan yang ketiga untuk tokoh Nasional setelah melukis tokoh Gus Dur dan Soekarno.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Terkait hal ini ia berharap lukisan ini nanti bisa diterima langsung oleh Tokoh idolanya (Jokowi). Diakui oleh Shierly Lin Alumni Universitas Petra jurusan seni ini bahwa,\u0026nbsp; Meski tidak ada harapan khusus untuk Jokowi terkait dengan lukisannya itu, namun ia tetap ingin bisa menyerahkan sendiri lukisan tangannya tersebut kepada Presiden Joko Widodo.\u0026nbsp; tim rm\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/1615748367698717813"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/1615748367698717813"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2018\/12\/sisi-lain-kunjungan-jokowi-ke-jombang.html","title":"Sisi lain kunjungan Jokowi ke Jombang, Pelukis Cantik asal Jombang ini persembahkan lukisanya"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-wPb8oCsgjVo\/XBm0-EfwKiI\/AAAAAAAAiIA\/BCIN65F9S_M4AxXlcoTSnZXn7DiOt2qnwCLcBGAs\/s72-c\/LogoLicious_20181219_100010.png","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-7100492162127106503"},"published":{"$t":"2018-12-10T02:46:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2018-12-10T02:46:07.402-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Peristiwa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Azzam , Meski tanpa kelopak mata tetap mampu berkarya"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-57taLQqWqDY\/XA5DZoMLQ0I\/AAAAAAAAhSI\/WVRe_pNBPvYqlexp4kaYO5FUmGY1K-RaACLcBGAs\/s1600\/LogoLicious_20181210_174312.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"720\" data-original-width=\"731\" height=\"628\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-57taLQqWqDY\/XA5DZoMLQ0I\/AAAAAAAAhSI\/WVRe_pNBPvYqlexp4kaYO5FUmGY1K-RaACLcBGAs\/s640\/LogoLicious_20181210_174312.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EMojokerto,\u0026nbsp; RM. _\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; K\u003C\/b\u003Eembali arek Jawa Timur membawa nama harum bangsa\u0026nbsp; dan Negara . Dengan keterbatasan fisik yang dialaminya yaitu kelopak mata tertutup,\u0026nbsp; namun tetap semangat untuk berkarya.\u0026nbsp; Azzam Nur Mu’jizat merupakan bocah asal Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Saat ini Ia masih sebagai siswa SDLB YPAC Kemlagi Mojokerto\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Azzam terlahir dari rahim Sholikatun 34 ini tanpa memiliki dua mata. Bahkan, kedua kelopak matanya juga tertutup.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Dalam konser Dangdut Academy Asia 4 (DAA) Indosiar, Jumat malam (7\/12\/2018), Azzam telah membuat suasana konser bisa berubsh total,\u0026nbsp; hal ini karena semua terharu atas penampilan Azzam.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Beberapa dewan juri dan penonton meneteskan air mata. Mereka tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan penampilan Azzam Nur Mu’jizat, bocah 7 tahun yang tak memiliki kedua mata.Meski tanpa mata, suara Azzam sangat merdu. Ia membawakan lagu sedih berjudul ‘Ibu’\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Lagu tersebut sudah dipopulerkan Azzam saat masih duduk bangku Taman Kanak-Kanak (TK) di SLB YPAC Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Mendengar suara Azzam yang sangat merdu, tentu saja membuat beberapa dewan juri, komentator, dan penonton tampak meneteskan air mata. Bahkan Inul Daratista harus tertunduk sambil terisak. Ia beberapa kali mengusap air matanya menggunakan tisu.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Tidak hanya itu,\u0026nbsp; Sholikhatin 34 th ibu Azzam yang menemani anaknya tampil di panggung DAA juga tampak tidak kuat menanhan tangis hingga terisak. Ia terharu menyaksikan anaknya bisa tampil di acara bergengsi di Televisi tersebut.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Ubu azzam marasa terharu saat itu.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E“Semenjak (Azzam) bayi tidak pernah saya menangis. (Malam ini) saya terharu, tak menyangka anak saya sampai di sini,” ucap Sholikhatin saat menjawab pertanyaan host Irfan Hakim.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Sedangkan Azzam mengaku bangga bisa tampil di konser DAA menghibur penonton. Ia pun menyampaikan bahwa dia bercita-cita ingin menjadi anggota TNI.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E“Mau jadi komandan, naik tank,” ucap Azzam yang juga pernah meraih juara II lomba nyanyi tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut. tim rm\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBeriku vidio Azzam saat tampil :\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ciframe width=\"320\" height=\"266\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/9Ph3hx-jv7I\/0.jpg\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/9Ph3hx-jv7I?feature=player_embedded\" frameborder=\"0\" allowfullscreen\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/7100492162127106503"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/7100492162127106503"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2018\/12\/azzam-meski-tanpa-kelopak-mata-tetap.html","title":"Azzam , Meski tanpa kelopak mata tetap mampu berkarya"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-57taLQqWqDY\/XA5DZoMLQ0I\/AAAAAAAAhSI\/WVRe_pNBPvYqlexp4kaYO5FUmGY1K-RaACLcBGAs\/s72-c\/LogoLicious_20181210_174312.png","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-8584626170075856043"},"published":{"$t":"2018-12-06T21:19:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2018-12-06T21:19:11.631-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tokoh"}],"title":{"type":"text","$t":"Tanaman Pohon Tabebuya memperindah kota Surabaya"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-RevuSiDGO6s\/XAoCR1ZaovI\/AAAAAAAAhFg\/t2ljyUhPsOM9Avhz4Nr3JEkHXNxZ1bZqQCLcBGAs\/s1600\/Screenshot_2018-12-07-12-13-42-61.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"391\" data-original-width=\"720\" height=\"346\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-RevuSiDGO6s\/XAoCR1ZaovI\/AAAAAAAAhFg\/t2ljyUhPsOM9Avhz4Nr3JEkHXNxZ1bZqQCLcBGAs\/s640\/Screenshot_2018-12-07-12-13-42-61.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003ESurabaya, RM.\u0026nbsp; _\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; D\u003C\/b\u003Eari berbagai jalan,\u0026nbsp; Surabaya tetap nampak cantik dan indah.\u0026nbsp; Tidak hanya musim hujan,\u0026nbsp; meski musim kemarau Surabaya tetap indah.\u0026nbsp; Hal ini disebabkan di kanan kiri sepanjang jalan telah disulap oleh tanaman pohon Tabebuya oleh Pemerintahan Walikota Surabaya Risma. Pada Bulan Oktober , November merupakan puncak dari Pohon Tabebuya yang bunganya bermekaran dan menghiasi Kota Surabaya. Demikian yang nampak dibarbagai jalan kota Surabaya. Bunga bunga tersebut menyerupai bunga sakura.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti yang diketahui, Tabebuya merupakan pohon yang bermekaran di beberapa jalan raya di Surabaya dan tampak menyerupai pohon sakura. Secara otomatis,\u0026nbsp; ketika di area tersebut hati terasa berada di luar Negeri.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Menurut Hendri Setianto Kabid RTH dan PJU Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya mengatakan bahwa,\u0026nbsp; pohon Tabebuya merupakan tumbuhan asli Brazil . Adanya dipilih untuk ditanam di Surabaya karena memiliki struktur kuat, kokoh, dan rindang.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Masih menurut Hendri bahwa,Pohon tersebut didatangkan dari Malang dan ditanam di sepanjang jalan raya Surabaya karena punya bentuk batang yang bagus, kuat, serta memiliki bunga yang menarik. Selain itu,\u0026nbsp; pohon tersebut juga disenangi burung-burung berkicau.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Menurut Hendri,\u0026nbsp; pohon yang bunganya rontok pada bulan November itu juga memiliki struktur ranting yang rindang, serta pohonnya tak terlalu tinggi. Sehingga dusaat tidak musim bunga Pohon itu juga menambah kesejukan dan busa nenyerap polusi kendaraan .tim rm\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESimak juga vidionya :\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ciframe width=\"320\" height=\"266\" class=\"YOUTUBE-iframe-video\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/PfkWC8aklc4\/0.jpg\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PfkWC8aklc4?feature=player_embedded\" frameborder=\"0\" allowfullscreen\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/8584626170075856043"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/8584626170075856043"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2018\/12\/tanaman-pohon-tabebuya-memperindah-kota.html","title":"Tanaman Pohon Tabebuya memperindah kota Surabaya"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-RevuSiDGO6s\/XAoCR1ZaovI\/AAAAAAAAhFg\/t2ljyUhPsOM9Avhz4Nr3JEkHXNxZ1bZqQCLcBGAs\/s72-c\/Screenshot_2018-12-07-12-13-42-61.png","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-752637617636304653.post-3754260143808594359"},"published":{"$t":"2018-12-06T00:42:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2018-12-06T00:42:31.334-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni dan Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Jaranan dan Reog New Sabdo Manggolo tembus pasar Nusantara"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-nC308VazRj8\/XAjgFj6wWiI\/AAAAAAAAg94\/XcypRWZLW88l2GJN_DNVKLGi5fSh91SBgCLcBGAs\/s1600\/LogoLicious_20181206_153619.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"719\" data-original-width=\"1280\" height=\"358\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-nC308VazRj8\/XAjgFj6wWiI\/AAAAAAAAg94\/XcypRWZLW88l2GJN_DNVKLGi5fSh91SBgCLcBGAs\/s640\/LogoLicious_20181206_153619.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EKediri,\u0026nbsp; RM. _\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp; P\u003C\/b\u003Eeduli dengan Kebudayaan daerah sekaligus melestarikan seni dan Budaya, membuat nekatnya Teguh Setyawan.SH Putra Kediri untuk mewadahi para Seniman dan Budayawan di daerahnya. Salah satunya ia mendirikan Group \"Jaranan dan Reog New Sabdo Manggolo\" . Meski baru\u0026nbsp; berdiri tgl 15 Juli 2018, namun Jaranan dan Reog yang dipimpinya sudah bisa nembus di pasaran Nusantara.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Dalam pentas seninya New Sabdo Manggolo,\u0026nbsp; selain pentas di seputaran Jawa Timur,\u0026nbsp; Jawa Tengah dan Jawa Barat Group tersebut juga sering kali mendapatkan pentas di Bali.\u0026nbsp; Bahkan di Daerah Sumatera Khususnya di Daerah warga Transmigrasi juga sering mendatangkan Jaranan dan Reog Sabdo Manggolo.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Dalam setiap pentasnya, Teguh Setyawan. SH bersama rekan rekanya tetap tidak meninggalkan Berdo'a atau Ritual di area tempat pentas.\u0026nbsp; Hal itu dimaksudkan sebagai wujud rasa Syukur pada sang Khalik atau Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu,\u0026nbsp; memohon agar jalanya pertunjukan tidak terjadi adanya hal hal yang tidak diinginkan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Seperti biasanya Teguh Setyawan dan Rekanya menyiapkan Sesaji atau Cok Bakal dalam Ritual tersebut. Dalam sesaji tersebut dilengkapi dengan Pisang raja setangkep, cok bakal berupa telur dan Badek (air tape) serta bunga di takir, Tak ketinggalan Ingkung\/ayam panggang serta sego liwet, Jenang (bubur) sengkolo dan jenang procot, Dawet, Rujak buah, Bunga 7 rupa, Bunga setaman, Bunga melati, Janur dan juga Kembang mayang serta Manggar Kelapa.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; Sementara itu,\u0026nbsp; Pimpinan Jaranan dan Reog Sabdo Manggolo Teguh Setyawan SH kepada radarminggu mengatakan bahwa,\u0026nbsp; maju dan tidaknya Sabdo Manggolo merupakan kekompakan dari para Seniman tersebut. 30 personil seniman yang ia pimpin diakui memiliki skil yang handal dan Profesional dalam bidang masing masing. Selain itu peran serta Masyrakat juga telah membuat Sabdo Manggolo bisa menembus Pasar Nusantara.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u0026nbsp; New Sabdo Manggolo yang berkedudukan di Dusun Petuk Desa Puhrubuh Kec. Semen Kab. Kediri tersebut dalam koleksi peralatanya sudah memiliki Inventaris berupa Saron, demung, gong, kenong dan kendang. Sedangkan untuk peralatan wayang yg di buat pentas yaitu jaran Kepang sebanyak 6 buah, Celeng dari gebang 2 buah,\u0026nbsp; serta Barongan dan Reog masing masing 2 buah. Sehingga semakin meriah dalam pertunjukan Seninya.\u0026nbsp; tim rm.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESimak juga Vidionya :\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen='allowfullscreen' webkitallowfullscreen='webkitallowfullscreen' mozallowfullscreen='mozallowfullscreen' width='320' height='266' src='https:\/\/www.blogger.com\/video.g?token=AD6v5dyzxo7zDRJbG2W74YFXK3XevhqBJ8c5XfjGC83iEfRsrPcz5iSa1lavcpfklYc9yHadNT6u4NCqYhBiJpW2og' class='b-hbp-video b-uploaded' frameborder='0' \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/3754260143808594359"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/752637617636304653\/posts\/default\/3754260143808594359"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.radarminggu.com\/2018\/12\/jaranan-dan-reog-new-sabdo-manggolo.html","title":"Jaranan dan Reog New Sabdo Manggolo tembus pasar Nusantara"}],"author":[{"name":{"$t":"Radar minggu"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-nC308VazRj8\/XAjgFj6wWiI\/AAAAAAAAg94\/XcypRWZLW88l2GJN_DNVKLGi5fSh91SBgCLcBGAs\/s72-c\/LogoLicious_20181206_153619.png","height":"72","width":"72"}}]}}); } /* FILE ARCHIVED ON 08:57:01 May 17, 2019 AND RETRIEVED FROM THE INTERNET ARCHIVE ON 03:00:21 Jun 04, 2026. JAVASCRIPT APPENDED BY WAYBACK MACHINE, COPYRIGHT INTERNET ARCHIVE. ALL OTHER CONTENT MAY ALSO BE PROTECTED BY COPYRIGHT (17 U.S.C. SECTION 108(a)(3)). */ /* playback timings (ms): capture_cache.get: 0.408 captures_list: 0.521 exclusion.robots: 0.088 exclusion.robots.policy: 0.079 esindex: 0.006 cdx.remote: 12.454 LoadShardBlock: 89.089 (3) PetaboxLoader3.datanode: 118.492 (4) load_resource: 97.134 PetaboxLoader3.resolve: 40.298 */